)

" BURHAN-ONNIE, BERSIH, TEGAS, CERDAS & SANTUN "

Senin, 08 Oktober 2012

Letkol ( Purn ) Burhan Fuad SE, MM - Tentang


N a m a : Letkol ( Purn ) Burhan Fuad SE MM
Tempat / Tgl Lahir : Purwakarta/ 22 Mei 1960
Alamat tempat tinggal : Jl. Suriadireja No. 78 RT. 050 RW. 006  Nagri Kaler Purwakarta
Alumni Akademi Militer  : Tahun 1986.
Isteri : Maya Amalia Rice
Anak :
  1. Jovanka Luthfianisa
  2. Fachreza Adhitama
  3. Amanda Patrianisa

Kamis, 13 September 2012

DPC Partai Demokrat Purwakarta, resmi mendaftarkan pasangan Burhan-Onnie


Pada tanggal 11 September 2012, DPC Partai Demokrat resmi mendaftarkan pasangan Balon Bupati/Wakil Bupati Purwakarta , Letkol ( Purn ) Burhan Fuad SE, MM dan H Onnie S Sandi SE. Proses pendaftaran di terima langsung Ketua KPUD Purwakarta Denny Chaidar.Acara pendaftaran Balon Bupati/Wk Bupati berlangsung sejak pukul 09.00 wib, di mulai dari DPC Partai Demokrat Purwakarta, menuju Masjid Agung Purwakarta untuk melaksanakan Sholat Dhuha. Setelah melaksanakan sholat Dhuha Letkol ( Purn ) Burhan Fuad SE, melakukan orasi di halaman Masjid Agung, dan dalam orasinys mengajak masyarakat Purwakarta untuk berfikir cerdas dan mengedepankan hati nurani dalam melaksanakan pilihannya serta dapat melaksanakan pesta demokrasi tanpa rasa takut dengan senantiasa menjaga ketertiban, keamanan dan keutuhan masyarakat Purwakarta .

Rabu, 29 Agustus 2012

Mengukur kadar Public Goods & Mixed Goods yang dilakukan Kepala Daerah oleh H Onnie S Sandi SE


Sesuai dengan teori Klasik Adam Smith ,Pemerintah harus memberi prioritas pada Public Goods dan Mixed Goods dan bukan Private goods, karena sesungguhnya pemerintah memiliki 3 fungsi yaitu dalam bidang hankamnas, keadilan sosial dan pekerjaan umum, dengan adanya pembagian otonomi daerah dimana fungsi Hankamnas, Luar Negeri dan Keuangan dikelola Pemerintah Pusat dan selebihnya dikelola dan menjadi kewajiban Pemerintah Daerah, maka kewajiban pimpinan daerah semakin besar untuk melaksanakan public goods dan mixed goods sesuai yang diamanatkan oleh UUD 45 yakni ; 

  • Ekonomi Pasal 33 ayat 2 UUD 45 yaitu cabang – cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Serta pasal 33 ayat 3, yaitu bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar – besar kemakmuran rakyat. 
  • Kesehatan Pasal 28H ayat 1 UUD 45,yaitu setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan 
  • Pendidikan Pasal 31 UUD 45 ayat sbb; 

Kamis, 26 Juli 2012

Politisasi dan Politisi PNS oleh Nanang Purnama SE


Politisasi dan Politisi PNS, adalah dua istilah yang mengandung makna berbeda yakni politisasi PNS lebih berwakna ketidak berdayaan PNS melawan hegemoni kekuasaan sehingga melakukan tindakan yang sebenarnya bertentangan dengan kewajiban dan keinginan dirinya ,  sedangkan Politisi PNS lebih mencerminkan  perilaku PNS yang secara sadar dan sengaja melakukan tindakan melawan hukum dengan melanggar Undang-Undang dan Peraturan  dan terlibat secara langsung atau tidak langsung  dalam kegatan politik praktis untuk memenangkan Petahana.

Rabu, 25 Juli 2012

Integritas dan 3 keahlian dasar yang harus dimiliki Pimpinan Oleh H Onnie S Sandi SE


Pada saat ini banyak sekali tindakan korupsi  yang dilakukan oleh pejabat baik di daerah maupun di pusat, hal ini terjadi menurut saya karena pemimpin tersebut tidak memiliki integritas yang baik. Pimpinan apabila diberikan kepada orang yang hanya mengandalkan  kecerdasan intelektual  semata tanpa memiliki integritas, tentu cenderung tidak bermanfaat buat organisasi maupun masyarakat, karena pemimpin seperti ini hanya berfikir bagaimana memuaskan kebutuhannya yang tidak terbatas, bagaimana

Minggu, 08 Juli 2012

The Leader Of Future ( Peter F Drucker ) oleh H Onnie S Sandi SE


Prinsip dasar kepemimpinan untuk masa akan datang yang menuntut keahlian dan kemampuan serta integritas yang tinggi, agar organisasi di Indonesia, baik swasta ,Pemerintah dan organisasi lainnya mampu berkompetisi ditengah iklim Globalisasi dan kompetisi yang semakin tajam. hanya organisasi yang memiliki syarat-syarat tertentu dan di pimpin oleh figure tertentu yang mampu membawa bangsa ini ke era persaingan antar negara. Menurut Peter F Drucker dalam bukunya The Leader Of Future adalah sbb;
1. Pemimpin harus mempunyai pengikut.
Pemimpin haruslah memiliki pengikut yang riel, loyal dan memiliki dedikasi yang tulus dan ikhlas melakukan apa yang diinginkan oleh pimpinannya dan juga senantiasa menjaga kehormatan dan kewibawaan pimpinannya, bukan pengikut quasi yang seolah-olah memiliki massa namun nyatanya hanya bayaran, memilki vested interest  atau pengkodisian dengan melibatkan dan mempolitisasi PNS dan perangkat pemerintahan lainnya dengan segala bentuk iming-iming atau intimidasi, memilih pembantunya bukan berdasarkan profesionalisme tetapi atas dasar Like & Dislike ,karena sesungguhnya ada   3 hal pokok mengapa orang tsb mau melakukan dan menjalankan perintah atasan ;

Rabu, 20 Juni 2012

Ulang Tahun Siapa, Siapa Ulang Tahun ????? Oleh Nanang Purnama SE

Umbul-umbul ( Image by jatiluhuronline.com )
Ulang Tahun Siapa, Siapa Ulang Tahun?...Itulah pertanyaan besar pertama yang dilontarkan oleh sahabatku saat menginjakkan kakinya di Purwakarta. Sebagaimana diketahui bahwa saat ini Purwakarta tengah disibukkan dengan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Jadi Purwakarta ke -181 dan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-44.Pertanyaan tersebut pantas diutarakan karena saat ini bertebaran umbul-umbul baik di instansi pemerintah, swasta dan dipinggir jalan protokol yang menunjukkan pada siapapun bahwa Purwakarta tengah mempersiapkan diri dalam rangka memperingati Hari Jadi Purwakarta dan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta. Namun ada sesuatu yang mengganjal dan senatiasa mengundang pertanyaan yakni mengapa umbul-umbul di buat dengan pola gambar dan bentuk yang seragam dan sangat kentara sekali bahwa hal tersebut di design dengan motif dan alasan untuk kepentingan tertentu. Keseragaman ini sangat nyata dengan tulisan, gambar dan pola tertentu. al;

Minggu, 17 Juni 2012

Jenis dan penyebab Korupsi Oleh H Onnie S Sandi SE


Jenis dan penyebab Korupsi Oleh H Onnie S Sandi SE
Korupsi di negara kita sangat marak  terjadi hampir di seluruh instansi pemerintah baik di pusat dan daerah, hal ini dapat terjadi adalah karena integritas dari pegawai yang sangat rendah, system pemerintahan dan pengawasan yang tidak efektif ,sangsi hukum yang tidak memilki efek jera dan masyarakat sendiri yang memandang koruptor bukan pelaku kejahatan luar biasa, sehingga ada kecenderungan siapapun yang menduduki jabatan tertentu akan melakukan tindak pidana korupsi.
Adapun faktor penyebab terjadinya korupsi dalam suatu oganisasi dapat kita bedakan dalam 3 faktor bagaimana korupsi itu terjadi , yaitu ;
a. Kemampuan.
Adalah kemampuan orang tersebut untuk melakukan korupsi ? Kemampuan melakukan tindak korupsi hanya bisa dilakukan apabila orang tsb memilki kemampuan dan kecerdasan untuk merekayasa dengan membuat data,pembukuan dan laporan fiktifyang tentunya bertujuan agar kasusnya tidak terdeteksi atau tidak terungkap saat ada pemeriksaan dari   Instansi yang berkompeten.

Kamis, 14 Juni 2012

Netralitas PNS Oleh Kusdiyono



PENGALAMAN MASA LALU

  • Masa ORLA (1950-1965) jatuh bangunnya kabinet berdampak pd stabilitas kepegawaian 
  • Masa ORBA (1966-1997), PNS dijadikan alat politik utk mempertahankan ke kuasaan 
  • Masa Reformasi ditakutkan PNS dijadikan alat politik 


DAMPAK KETIDAKNETRALAN PNS 
  • Peran dan fungsi PNS sebagai alat pemersatu, pelayan, penyelenggara pemerintahan tidak ber-jalan.
  • Diskriminasi pelayanan 
  • Pengkotak-kotakan PNS 
  • Konflik kepentingan Tidak Profesional lagi 

PENGATURAN NETRALITAS PNS:

Kamis, 31 Mei 2012

SEBUAH AJAKAN UNTUK MEMULAI INISIATIF Oleh H Onnie S Sandi SE


MEMULAI INISIATIF , INISIATIF MEMULAI

Apa artinya karakter tanpa inisiatif ????
Kemakmuran, kemampuan dan keterjaminan ekonomi, kesamaan peluang dalam hak dan kewajiban, keterbukaan dan pelibatan, bagaimanapun bukan merupakan sebuah karakter, tetapi sebuah kondisi capaian yang hanya dapat ditempuh dengan mau melakukan inisiatif.
Sebagai sebuah system kuantitatif dalam mana modal dan massa menjadi kunci utama, demokrasi diakui cenderung meminggirkan dimensi kualitas sehingga kerap menjadi lahan para avonturic, oportunis dan spekulan politik, walhasil…… derap otonomi daerah tersendat.
Paradigma pengembalian modal, politisasi birokrasi, pensiasatan pembangunan hanya pada bagian yang kelihatan demi pencitraan politik belaka, menandakan pemerintah daerah yang tidak berkaidah manajemen, acak-acakan,  semau-maunya, haus income dan abaikan outcome, inilah nyatanya karakter diluar feodalisme dan sikap korup yang memang laten dan maka itu tengah diupayakan diberantas pemimpin bangsa ini.
Maka, haruslah ada yang mengambil inisiatif. Akan menjadi ironi jika kita semua memelihara apatis. Perubahan tidaklah ada hanya dengan diam. Mari memulai, menancapkan kesadaran dan bersama-sama bertindak untuk daerah, hakiki kebebasan bangsa dalam konteks desentralisasi tersusun melalui optimalisasi dari bawah, dari daerah, terlebih bagi putera daerah yang lahir dan hidup besar didalamnya, berdiam diri, terlena oleh suap kecil dan tak peduli pada daerahnya sendiri, tentunya amat memalukan.
Bersama berinisiatif ?,,

Minggu, 13 Mei 2012

Toto Purwanto Sandi SE- Biodata


Jabatan : Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat

Alamat  : JL.Sadang Permai Blok E No. 9 RT:003 RW:004 Kelurahan Ciseureuh Purwakarta Kabupaten Purwakarta Jawa Barat

Pendidikan Terakhir : Sarjana Ekonomi

Pengalaman Organisasi 
1. Wakil Ketua IRETA 1986
2. Ketua Relawan SBY "GMP" Purwakarta
3. Sekretaris Tim Kampanye Gabungan SBY- JK
4. Majelis Dzikir SBY
6. Wk Ketua OKP Pemuda Pancasila Kab. Purwakarta



Rabu, 02 Mei 2012

PENERAPAN STRATEGI MARKETING DALAM PEMILUKADA Oleh : H Onnie S Sandi SE

PENDAHULUAN
Dalam rangka pemenangan kandidat Calon Bupati/Walikota dalam Pemilukada, sebenarnya tidak jauh berbeda dalam menjalankan penjualan suatu product dalam marketing, yang berbeda adalah dalam Pemilukada produk yang dijual adalah Figure atau Personal,sedangkan dalam marketing adalah Goods/Barang dan Service/Jasa. Saya mencoba menerapkan tiori  marketing dalam strategi pemenangan Pemilukada, sebagaimana sudah kita ketahui salah seorang Bapak Marketing Philip Kotler didalam bukunya banyak menguraikan dan menjelaskan berbagai macam tiori Marketing, yang  coba saya terapkan dalam tulisan ini dan mudah-mudahan bisa bermanfaat.
Menurut Philip Kotler dalam prinsip dasar Marketing yang terkenal dengan istilah Marketing Mix atau     ( 4 P ) adalah ;

Antara Pencitraan dan Realita Ki Demang Oleh H Onnie S Sandi SE

PENDAHULUAN
Menjelang berakhirnya masa jabatan Ki Demang, karena berambisi kembali untuk tetap menjabat sebagai Pimpinan Daerah pada Periode ke-2, Tahun 2013-2018 , maka kegiatan yang dilakukan lebih banyak diarahkan pada kegiatan pencitraan dirinya dan melupakan tugas pokoknya sebagai Ki Demang dalam memimpin suatu daerah. Hal ini dapat kita saksikan sejak awal tahun 2011. Ki Demang selalu melakukan kegiatan dengan menggunakan dana APBD yang dibungkus seolah-olah program sosialisasi pembangunan dan hampir dilakukan oleh seluruh dinas ,instansi termasuk Kepala Desa, RW dan RT  melaksanakan kegiatan yang lebih diarahkan kepada pencintraan dirinya agar memenangkan PEMILUKADA 2013,Ki Demang lupa bahwa dirinya adalah seorang pimpinan daerah yang harus melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Kepala Daerah  dengan memprioritaskan pembangunan pada sesuatu yang menjadi kebutuhan dan keinginan masyarakat Purwakarta dan menciptakan Good Government dan Clean Government di Pemerintahan Daerah Purwakarta sejak menjabat kepala dareah pada tahun 2007. Ada beberpa tugas pokok yang seharusnya menjadi prioritas dilaksanakan yaitu ;

Minggu, 22 April 2012

Widjajono Partowidardo ( Almarhum ) Peneliti yang Suka Bergaul'


Widjajono Partowidagdo

Sabtu, 21 April 2012, 22:23 WIB
Widodo S. Jusuf/Antara
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Widjajono Partowidagdo, meninggal dunia dalam pendakiannya di Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (21/4). Wafatnya Widjajono mengundang rasa kehilangan sejumlah rekannya yang sempat mengenal dan bergaul dengannya termasuk pendiri Energy Nusantara, Joi Surya Dharma.

Rabu, 18 April 2012

173 Kepala Daerah Tersangkut Korupsi

Senin, 16 April 2012 09:55
4 Dinonaktifkan, Salahsatu Basyrah Lubis

JAKARTA ( Sumber http://metrosiantar.com )- Hampir semua kepala di tanah air ternyata tersangkut korupsi. Kemendagri mencatat, 173 pimpinan daerah terlibat kejahatan kerah putih sejak tahun 2004-2012. Nah, dari jumlah tersebut 70 persen telah diputus bersalah dan diberhentikan dari jabatannya.
“Yang terbaru, kami (Kemendagri) mengirim usulan pemberhentian Agusrin Najamudin (Gubernur Bengkulu) ke presiden tertanggal 5 April lalu,” kata juru bicara Kemendagri Reydonnyzar Moenek kemarin (15/4). Dalam kasasinya, MA menyatakan Agusrin terbukti korupsi dan divonis empat tahun penjara.
Selain itu, kata Donny sudah ada empat kepala daerah yang sebelumnya sudah dinonaktifkan. Mereka adalah Bupati Padang Lawas Basyrah Lubis, Bupati Lampung Timur Satono, Wali Kota Bekasi Mochtar Mohammad dan Bupati Subang Eep Hidayat. Menurutnya, kini Kemendagri masih menunggu usulan beberapa kepala daerah lainnya yang baru saja divonis di daerahnya.

ICW: Evaluasi Biaya Politik Tinggi dalam Pilkada – Kompas.com


Ilham Khoiri | Nasru Alam Aziz | Selasa, 17 April 2012 | 21:03 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia Corruption Watch meminta DPR merevisi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah yang membuka peluang terciptanya pemilu kepala daerah berbiaya politik tinggi. Kondisi itu memungkinkan timbulnya praktik politik uang (money politics) yang pada akhirnya memicu korupsi.
“Ini problem riil karena jumlah kepala daerah yang terlibat korupsi cukup besar, yaitu 173 pejabat. Ini harus dipecahkan dengan mengevaluasi penyelenggaraan pilkada berbiaya politik tinggi,” kata Koordinator ICW Danang Widoyoko, Selasa (17/4/2012), di Jakarta.

Kamis, 05 April 2012

Money Politics ( Politik Uang ) Dalam Kacamata Islam Oleh : H. Muhammad Saifullah, Lc, M.Pd.I

Memperhatikan kondisi polotik yang berkembang saat ini, dipandang sebagian besar masyarakat sangat sarat dengan permainan politik uang (Money politik), baik baik pada saat pemilu untuk memilih Gubernur, memilih anggota legislatif (DPR), memilih presiden, Bupati, bahkan sampai pada tingkat pemilihan kepala desa (pilkades), dan ironisnya kadangkala merembet smpai pada pemilihan ketua organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam.
Dalam upaya pencapaian tujuan politik ada yang berbentuk pengerahan massa, lobi-lobi,pendekatan pejabat,tokoh dan masyarakatyang semua memerlukan biaya, ada yang disebut dengan transport,uang jasa,konsumsi lembur,dan lain lain. Pengeluaran biaya dalam upaya pencapaian tujuan dimaksud mungkin berupa gaji tetap (sudah menjadi profesinya), tambah uang lembur, atau pemberian yang sama sekali tidak pernah dilakukan kecuali waktu ada tujuan tersebut.

Mau Jadi Pemimpin?? Baca Tulisan Ini


Oleh : Rika Anggraini

Tulisan ini ditujukan bagi anda yang bercita-cita untuk menjadi pemimpin baik melalui ajang pilpres, pemilukada, maupun pemilihan legislatif. tersedianya cukup dana mungkin menjadi modal utama, tapi tidak akan menjamin anda bisa menang dan mendapat kursi pimpinan. untuk itu saya ingin berbagi kiat-kiat yang mungkin patut anda coba, yang menurut saya terbukti ampuh meloloskan banyak orang untuk memimpin negeri ini. kiat-kiatnya antara lain :

1. Mendekati masa pemilihan, sebarkanlah foto, nama dan gelar