)

" BURHAN-ONNIE, BERSIH, TEGAS, CERDAS & SANTUN "

Rabu, 25 Juli 2012

Integritas dan 3 keahlian dasar yang harus dimiliki Pimpinan Oleh H Onnie S Sandi SE


Pada saat ini banyak sekali tindakan korupsi  yang dilakukan oleh pejabat baik di daerah maupun di pusat, hal ini terjadi menurut saya karena pemimpin tersebut tidak memiliki integritas yang baik. Pimpinan apabila diberikan kepada orang yang hanya mengandalkan  kecerdasan intelektual  semata tanpa memiliki integritas, tentu cenderung tidak bermanfaat buat organisasi maupun masyarakat, karena pemimpin seperti ini hanya berfikir bagaimana memuaskan kebutuhannya yang tidak terbatas, bagaimana
membuat suatu proyek atau kegiatan yang bisa
menambah pundi-pundi emasnya, bagaimana agar posisi dan kedudukannya aman dan kariernya terus bersinar, pendek kata pemimpin jenis ini hanya memikirkan kepentingan dirinya, kroninya dan kelompok atau golongannya saja. Islam juga senantasa menekankan pentingnya integritas dengan menekankan kriteria dalammemilih  pemimpin yakni ; Sidiq, Tabligh, Amanah dan Patonah ( Sidiq artinya, pemimpin harus  memiliki integritas, Tabligh artinya, pemimpin harus mampu memberi siar dan  keteladanan, Amanah artinya, pemimpin harus jujur dan ikhlas dan Patonah artinya pemimpin harus cerdas dan ahli ). Selama ini kita melihat ukuran seorang pemimpin  hanya dari gelar akademis saja, demikian juga promosi jabatan dan kepangkatan PNS, selalu dikaitkan dengan persyaratan dan gelar akademis. Persyaratan yang mengandalkan satu ukuran saja berdampak  banyak PNS yang berusaha untuk mendapat gelar akademis dengan melakukan berbagai cara termasuk dengan melakukan kecurangan . Penilaian promosi hendaknya disamping berdasarkan standar akademis, yang lebih penting lagi mengukur tentang integritas dan leadership seseorang sebelum menduduki posisi tertentu. Apabila proses penilaiannya dilakukan dengan benar, sangatlah mudah untuk mendapatkan data tentang integritas, leadership dan gelar akademis termasuk kualitas lembaga pendidikan yang mengeluarkan gelar tsb dan bagaimana dia mendapatkan gelar tersebut. Intinya saya ingin menambahkan  bahwa 3 keahlian dasar yang harus dimiliki pemimpin oleh Keith Davis belum cukup menjamin pemimpin amanah dan bermanfaat bagi organisasi dan masyarakat .
Adapun menurut Keith Davis ketrampilan yang harus   dimiliki oleh seorang pimpinan adalah sbb:
1. Technical Skill/Keahlian tehnis, adalah keahlian yang berhubungan dengan kegiatan tertentu khususnya yang menyangkut metode proses, prosedure dan tehnis pelaksanaan yang meliputi ;
  • Pengetahuan tentang prosedure, tata cara dan mekanisme
  • Pembuatan Laporan.
  • Kemampuan menyampaikan gagasan secara lisan.
  • Daya ingat.
  • Menguasai secara tehnis pekerjaan yang menjadi wewenang dan tanggung jawabnya.
2. Conceptual Skill/Keahlian konseptual adalah kemampuan untuk melihat organisasi secara keseluruhan, termasuk kemampuan untuk mengenali bagaimana berbagai fungsi organisasi tergantung satu sama lain, bagaimana pengaruh yang terjadi akibat perubahan pada suatu bagian terhadap fungsi-fungsi yang lain, bagaimana visualisasi hubungan organisasi yang dipimpinnya dengan organisasi lain, dengan kekuatan poliik, sosial, ekonomi dan negara secara keseluruhan.Keahlian konseptual meliputi :
  • Pengetahuan umum.
  • Daya nalar.
  • Keseimbangan menganalisa , inteprestasi dan mempertimbangkan segala aspek sebelum  mengambil keputusan.
  • Berfikir kreatif dan memiliki pandangan jauh kedepan.
  • Cerdas dan cakap.
3. Human Skill/Keahlian kemanusiaan adalah keahlian yang bersangkutan dengan kemampuan untuk bekerja efektif sebagai anggota kelompok, mampu mengupayakan kerja sama di dalam organisasi yang dipimpinnya serta mampu mengadakan hubungan efektif dengan manusia maupun dengan organisasi lainnya. Keahlian manusia meliputi ;
  • Kerja sama.
  • Kemampuan meramal/memprediksi.
  • Kemampuan bermasyarakat.
  • Sikap tidak memihak / Fair.
  • Tegas dan memiliki kemampuan untuk meyakinkan bawahannya.
  • Berani mengambil keputusan.
  • Fokus dan konsisten.
Menurut Schruden ( 1976 ), pada setiap tingkat kepemimpinan ( Low Management, Middle Management dan Top Management ), harus mendapat bobot yang sama, sementara itu semakin tinggi tingkat kepemimpinan maka semakin besar   keahlian konseptual dibutuhkan dan sebaliknya semakin rendah tingkat kepemimpinan maka semakin besar keahlian teknis yang dibutuhkan.
Demikian tulisan ini saya buat, karena keprihatinan yang mendalam terhadap maraknya korupsi yang dlakukan oleh kepala dinas, kepala bagian dan pejabat daerah lainnya , yang semua berawal dari rendahnya integritas dan kemampuan managerial Kepala Daerah, karena sesungguhnya setiap kepala daerah memiliki tanggung jawab  terhadap perilaku bawahannya, karena dia memiliki kewenangan untuk mengangkat dan memberhentikan para pembantunya.Tugas pemimpin menurut GR Terry, adalah menjalankan fungsi management POAC ( Planning, Organizing, Actuating & Controlling ), Controlling adalah bentuk pengawasan dan pengendalian yang dimiliki oleh setiap pimpinan,  seharusnya sejak perencanaan, memilih orang   sampai kepelaksanaan,  selayaknya sudah dipikirkan bagaimana pengendalian dan pengawasannya agar program dapat berjalan efisien dan efektif , karena sudah bukan rahasia umum lagi , pejabat yang memiliki kedekatan dengan kepala daerah walaupun memilki track record yang buruk dan tidak memiliki kapabilitas , masih selalu dan mendapat posisi penting di instansi pemerintah daerah, sehingga sangat mustahil apabila terjadi korupsi kepala daerah tidak mengetahuinya atau jangan-jangan memang direstui bahkan mungkin dikondisikan sebagai pencari dana….dalam rangka  biaya politik pencitraan  dan money politic. wallahualam………………….
( Penulis adalah pemerhati masalah politik di Purwakarta )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar